Letih, sungguh, aku sangat letih

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Menjadi mahasiswi yang selalu disibukkan dengan tugas yang hampir kejang tayang, selalu berhasil membuat kantung mataku lebih tebal dan berwarna lebih pekat bak mata panda.
Terkadang mata telah lelah, badan pun rasanya sudah tak mampu lagi untuk melanjutkan aktivitas hingga larut malam atau bahkan hingga dini hari.
Namun, bukan rasa letih ini yang ku keluhkan. Sebagai mahasiswi pada umumnya ini adalah sebagian kewajiban yang harus aku kerjakan.

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Mencoba bersikap biasa, tanpa keluh yang tersisa. Walau seringkali aku merasakan kepenatan, kebencian, kekesalan, kemarahan yang teramat sangat memuakkan. Aku selalu menjadi seorang gadis yang pandai menyimpan rasa beserta luka. Jarang sekali rasanya aku mengungkapkan semua rasa yang ku punya seutuhnya bila emosi telah menguasai seluruh jiwaku. Aku selalu memilih diam atau bahkan pergi sejauh-jauhnya dari penyebab rasa amarahku yang kian meradang. Ya, begitulah aku. Bukan tak berani menghadapi keadaan, hanya saja aku tak mau membuat semuanya lebih berantakan, aku tak ingin kelepasan hingga berlaku frontal.
Hei, bila itu terjadi, aku malu dengan jilbab yang ku kenakan 'SAYANG'  :)

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Menghadapi kalian yang seperti anak kecil saja. Coba kalian ingat kembali, berapa usia kalian tahun ini? Jikalau sama denganku, itu berarti akan menginjak umur dua puluh satu. Dan itu tak bisa lagi dikatakan 'kanak' SAYANG.
Entah, aku sama sekali tak tahu apa yang kalian fikirkan tentang diriku.Tapi rasanyaa, aku tak pernah sedikit pun mengusik kehidupan kalian. Lantas, kenapa kalian selalu memasuki internalku?
Sungguh, aku teramat kesal pada kalian.

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Tiap kali kalian membahas tentangnya dan sebagian kisah tentang hubungan kami yang telah usai. Mengertilah, itu bukan urusan kalian! Ini masalahku, aku yang menjalaninya, aku pula yang merasakannya. Di sini, aku tak mempermasalahkan apa pun, dia pun ku rasa tak punya masalah denganku, yaa kalau pun ada, kemungkinan karena aku yang berusaha menghindarinya agar rasa ini tak menetap lebih lama lagi.
Lalu, dimana masalahnya dengan kalian 'SAYANG' :)

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Saat kalian mengkritik semua yang ku lakukan tanpa tujuan pasti. Mulai dari akun twitter, blog, kisah asmaraku, hobi menulisku, hingga wajahku.
Oh, God! Apakah kalian salah satu fans ku, yang sealalu ingin tahu segalanya tentangku?
Kalian kira aku tak marah saat kalian menghinaku "tak punya harga diri lagi". Maaf aku sangat marah dan tersinggung, hingga memutuskan untuk hijrah ke akun twitter yang baru. Entah apa yang salah pada akun twitterku. Alasannya sih karena twitterku yang suka nyampah hingga larut malam dan kesemuanya galau.
***ppfffff, Tolong perhatikan dengan baik, rasanya tidak begitu.
Seingatku akun itu berisikan alamat blog yang aku share ke semua akun blogger, (KK, JB, WB, UB, dll), mention dengan sesama blogger dan teman dekatku saja, atau sesekali meretweet tulisan yang menurutku indah di baca (read : tema galau). Ya, semua biasa saja, tak ada yang berlebihan.

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Menulis postingan ini hingga jarum jam menunjukkan angka 01.30
Sudah begitu laru, tapi rasanya masih ada yang mengganjal di hati ini, dan ingin sekali aku tumpahkan pada postingan kali ini.
Ah, mataku sudah meronta minta ditidurkan. Namun, jemariku masih saja lincah menjajah tuuts lpada laptop yang bersinar terang menyilauka mata.
Ini masih untuk kalian SAYANG. Aku kesal, aku marah, dan aku benci cara kalian seperti ini. Tak ada alasan untuk membenarkan ara kalian. Tak ada blogger yang HOAX! Kita berkarya, kita mengekespreikan tiap perasaan, lalu dipadukan dengan kreatifitas memunculkan sebuah cerita yang tertuang dalam tulisan. Kalian tak mengerti, karena kalian tak bisa seperti kami. Jangan men-judge apa pun yang sama sekali tak kalian mengerti.

Letih, sungguh, aku sangat letih.
Aku tak bisa membahas lebih dalam lagi. cukup aku saja yang rasakan. Setidaknya inilah caraku memberitahukan kalian jika aku marah, aku bennci, dan aku kesal dengan cara kalian.
Cobalah mengerti. Aku diam, aku pura-pura tidak tahu dan tak melwan, bukan karena aku takut pada kalian. Tapi karena aku ingin merasakan kemengan dalam diamku :)
Aku tahu, kalian sangat menanti respon negatif dariku.
Ah, SAYANG. Tunggu saja sampai kalian lelah. Itu bukan caraku. aku lebih suka seperti ini, melihat kalian semakin gondok dan meradang pula karena aku selalu setia dengan diamku.
ah, SAYANG. Bila kalian memang ingin melihat kebencian dan amarahku. Cobalah kalian tatap wajahku, dan pndangi sorot mataku. Aku tak kan mengelak, aku tak kan mampu berbohong, sorot mata ini memang mengandung luka dan sedikit dendam yang terukir teramat dalam.

Komentar

  1. Kalau letih/capek ya istirahat dulu mbak. Bukannya Tuhan juga memberi manusia jeda waktu untuk istirahat?

    Pas istirahat itu tenangkan pikiran. Kendalikan diri agar tetap sabar. Bukannya orang-orang yang sabar itu senantiasa diberi kemudahan oleh Tuhan?

    Saya paham aktivitas mahasiswa memang berat. Tapi toh tidak selamanya berat. Ada waktu-waktu yang memang berat dan ada juga yang ringan. Jadi, jalani semua ini dengan sabar ya mbak.

    Semoga sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..
      iya bang :)

      tapi pada postingan ini sebenarnya bukan letih dengan aktivitas kemahasiswaan yang dikeluhkan, seperti yang saya paparkan pada paragraf pertama "Namun, bukan rasa letih ini yang ku keluhkan", melainkan pada penjelasan paragraf selanjutnya, Bang ^_^

      makasih sarannya,
      dan makasih udah mau mampir..

      Hapus
  2. Modal saya kalau sedang letih, entah itu letih fisik maupun batin ya berusaha untuk tetap sabar mbak. Kalau manusia letih itu tandanya butuh istirahat. Istirahat saat letih fisik dan letih batin sama-sama perlu ketenangan pikiran.

    Jadi, maaf kalau buat saya apapun jenis letih itu bisa dihadapi dengan cara yang sama. Maaf juga kalau saya kurang bisa memahami perasaan mbak Putri.

    Semoga mbak senantiasa menjadi orang yang sabar.

    BalasHapus
  3. seberapa letih pun kamu terhadap hidup, yang pasti tetep semangat aja! :D
    semuanya pasti berlalu dengan indah. haha

    BalasHapus
  4. Letihmu, peluh keringatmu yang bercucuran, sebenarnya adalah bukti paling sederhana dari kerja kerasmu~

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer